JENIS AIR LABORATORIUM

AAEAAQAAAAAAAAVxAAAAJDRiOGJkMGYyLWVjZjQtNDdlNy04M2YwLTMzOGFkODU3NjhhNQ.png

Penggunaan air di laboratorium sangatlah penting baik sebagai pelarut atau reagen. Sering kita mengenal aquades (air destilasi) dan air DI (deionization) saat menggunakan air sebagai pereaksi kimia. Air reagen (reagent water) adalah air yang digunakan sebagai pereaksi kimia. Terdapat beberapa jenis air reagen yang disesuaikan dengan aplikasinya, misalnya jika kita menggunakan pengukuran sample dengan HPLC (High-Performance Liquid Chromatography) dan AAS (Atomic Absoprtion Spectroscopy) maka dibutuhkan kualitas air yang memiliki resistivitas lebih dari 18 MΩ.cm, karena jika nilai resistivitasnya lebih rendah maka keberadaan ion anorganik dalam air dapat mempengaruhi pengukuran alat HPLC dan AAS sehingga dapat terjadi kesalahan pembacaan hasil. Dengan demikian penggunaan yang tepat dari jenis air reagen dapat memperkecil kesalahan pada pembacaan alat (variability measurement) dan menghindari pengaruh bakteri patogen.

Spesifikasi air reagen dapat mengacu pada regulasi ASTM (American Society for Testing and Materials) D1193, ISO (International Organization for Standardization) 3696, dan CLSI-CLRW (Clinical and Laboratory Standards Institute – Clinical Laboratory Reagent Water). Beberapa laboratorium mengacu pada standard ASTM D1193-99e1 yang terbagi atas 4 tipe yaitu tipe I, II, III dan IV. Berikut adalah standard parameter kimia dan fisika sesuai dengan regulasi ASTM:
ASTM standard fisik dan kimiaAdapun standard biologi standar ASTM sebagai berikut:
ASTM standard biologi.jpgStandard ISO berbeda dengan standard ASTM dalam hal penggolongan kategorinya. Berikut adalah standard regulasi ISO 3696 mengenai air reagen.
ISO standardNilai konduktivitas dan resistivitas sering sekali digunakan sebagai acuan dalam beberapa aplikasi air yang digunakan dalam alat laboratorium. Misalnya GF-AAS dan ICP-MS direkomendasikan menggunakan air dengan resistivitas minimal 18.2 disebut air ultra-pure, karena kedua alat tersebut sangat sensitif sekali terhadap keberadaan metal atau ion anorganik yang menyebabkan kesalahan pembacaan jika resistivitasnya kecil. Sebagai acuan, berikut beberapa aplikasi yang digunakan dilaboratorium terkait penggunaan air:
application reagent water.jpgAplikasi diatas adalah kualitas air yang ideal. Untuk memenuhi kriteria diatas, maka air kran yang masih mengandung kontaminan harus di treatment terlebih dahulu. Proses treatment dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut: destilasi, filtrasi baik mikrofiltrasi, ultrafiltasi, dan reverse osmosis, deionisasi atau demineralisasi dengan resin penukar ion agar nilai resistivitas lebih dari 1 MΩ.cm, elektrodeionisasi, mixed bed polisher yang dapat meningkatkan nilai resistivitas hingga 18 MΩ.cm, proses adsorpsi dengan karbon aktif untuk menurunkan konsentrasi TOC, dan ultraviolet. Beberapa teknik tersebut biasanya dikombinasikan dalam satu sistem untuk menghasilkan jenis air dengan tipe atau grade yang diinginkan.

Semoga bermanfaat

Cikarang, Juni 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s