PEMURNIAN AIR DAN JENISNYA

Air di alam mengandung banyak sekali pengotor (impurities) baik berupa ion anorganik, senyawa organik, bakteri, pirogen, gas, atau partikel padat terlarut. Saat ini banyak sekali metode yang dapat digunakan untuk memurnikan air seperti teknologi RO dan ion exchanger. Air yang dihasilkan dapat dikategorikan menjadi 5 jenis, dilihat dari tingkat kemurniannya yaitu: purified water mencakup air RO, air destilasi, dan air DI, pure water, dan ultra-pure water.
Jenis air murni.jpgNilai konduktivitas dan resistivitas diatas tidaklah mutlak, karena teknologi saat ini memiliki kemampuan yang jauh lebih baik seperti halnya teknologi RO dapat menghasilkan hingga konduktivitas 10 µS/cm atau teknologi DI bisa mencapai konduktivitas 0.2 µS/cm. Sehingga pembagian kategori diatas tidak hanya berdasarkan pada konduktivitas saja (ion-ion anorganik), tetapi keberadaan pengotor lain juga. Akan tetapi, beberapa penyedia pengolahan air yang menjual teknologi biasanya memberikan garansi dikisaran konduktivitas sesuai tabel diatas.

A. PURIFIED WATER (AIR YANG DIMURNIKAN)
Terdapat 3 kategori air:

  1. Air RO (Reverse Osmosis Water)
    Teknologi RO telah banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari baik dirumah tangga maupun sektor industri. Air yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik untuk keperluan konsumsi masyarakat. Teknologi ini mampu menghilangkan partikel padat terlarut, bakteri, dan pirogen, selain itu juga mampu menfilter senyawa organik dan ion-ion anorganik secara baik. Akan tetapi, teknologi ini tidak mampu menyaring gas anorganik seperti CO2 dan HCO3- yang larut dalam air. Konduktivitas air RO sekitar 20 µS/cm.
  2. Air Destilasi (Distillated Water)
    Proses destilasi sudah lama digunakan oleh manusia dengan cara menguapkan air untuk menghasilkan air murni. Air destilasi memiliki konduktivitas hingga 10 µS/cm dan memiliki keunggulan lebih baik dibandingkan air RO karena kemampuannya menghilangkan gas anorganik yang terlarut dalam air, akan tetapi biaya operasional yang mahal dan membutuhkan waktu yang lebih lama menjadikan air RO tetap sebagai pilihan bagi banyak industri dan perusahaan.
  3. Air DI (Deionized Water)
    Keunggulan air DI dibandingkan dengan air RO dan air destilasi adalah kemampuannya menghilangkan ion-ion anorganik, gas anorganik, dan senyawa organik bermuatan secara baik. Akan tetapi, teknologi ini tidak mampu menghilangkan bakteri, pirogen, senyawa organik tidak bermuatan, dan partikel padatan dalam air. Kekurangan ini biasanya dikombinasikan dengan sistem lain. Konduktivitas air DI dapat mencapai 0,1 µS/cm. Istilah demineralization sering diartikan juga sebagai deionization, sehingga air DI sering disebut juga air demin. Demineralization adalah proses menghilangkan mineral yang terdapat di air. Air demin atau air DI biasanya digunakan untuk proses kimia, karena mineral dalam air dapat mengganggu senyawa kimia pada produksi.

Gambar berikut adalah perbedaan air RO, air destilasi, dan air DI:

original.gif

B. PURE WATER
Pure water bisa diartikan juga air murni, dimana komponen ion-ion anorganik dalam air jauh lebih sedikit dibandingkan air DI dan mampu menghilangkan semua pengotor seperti gas anorganik terlarut, senyawa organik, partikel, pirogen, dan bakteri. Teknologi untuk menghasilkan air murni ini biasanya kombinasi beberapa teknologi dalam satu kesatuan, misalnya terdiri atas: karbon aktif, safety filter, membran RO, membran dekarbonat dan ion exchanger atau CDI.

C. ULTRA-PURE WATER
Untuk ultra-pure water memiliki nilai konduktivitas hingga 0.05 µS/cm atau resistivitas sekitar 18 MΩ.cm, biasanya lebih banyak menggunakan parameter resistivitas daripada konduktivitas untuk memudahkan pembacaan pada alat. Air ini sering juga disebut sebagai air yang sangat murni karena memiliki kandungan pengotor yang mendekati 0. Untuk menghasilkan air ultra-pure digunakan kombinasi teknologi yang lebih canggih yang sudah ada dalam satu kesatuan, misalnya terdiri atas: karbon aktif, safety filter, membran RO, ion exchanger, UV sterilizer, CDI, dan UF.

2 responses »

  1. lmjaelani says:

    Mantab mas bro. Numpang tanya, apakah ada teknologi tepat guna untuk destilasi air laut?

  2. Makasih kang, sehubungan dengan jawabannya, hari ini saya buat tulisan baru lagi mengenai teknologi destilasi air laut, silahkan dibuka disini: https://iqshalahuddin.wordpress.com/2016/06/08/destilasi-air-laut/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s