Di Perjalanan Menuju Bogor

Tepat hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2012, saya, istri, anak, adik, dan orang tua istri berjalan-jalan ke area Puncak. Saat itu saya dan keluarga masih tinggal di daerah Bintaro yang beralamat di Perumahan Green Grass Blok A No. 11, Pondok Pucung, Pondok Aren Bintaro, Tangerang. Tempat tinggal kami yang keempat sejak kami menikah, yang mana pertama di Pademangan Jakarta Utara selama 1 bulan, di tempat kost lama saya berukuran 3 m x 3,5 m, kedua di Kampung Bali Tanah Abang selama 3 bulan, sewa satu kamar yang lebih besar berukuran 4 m x 5 m dan 1 kamar mandi, ketiga berupa rumah petak di Cikini Menteng Jakarta Pusat belakang Monumen Soekarno Hatta selama 6 bulan, terdiri atas 1 tempat tamu kecil, 1 kamar tidur, 1 dapur kecil, dan 1 kamar mandi, dan saat ini kelima di perumahan Griya Pesona Asri Blok D4 No 12A Rt 08 Rw 10 Cibalongsari Klari, Karawang. Insya Allah yang keenam kami bisa membeli rumah sendiri – Aamin semoga Allah memudahkannya.

271020121045Pagi itu mama istriku siap-siap berangkat dengan memasak banyak makanan untuk makan siang nanti disana, sedang saya menjemput adik perempuanku di Ciputat karena kita akan berangkat langsung dari Bintaro lewat tol dengan menyewa mobil. Perjalanan pertama kami adalah menuju ke taman matahari, berhubung kita berangkatnya kesiangan sekitar jam 8 dari Bintaro, alhasil kami terkena macet di pintu keluar gerbang tol Ciawi, tidak lupa mertua pun akhirnya foto-foto karena sedang diberlakukan tutup buka oleh polisi sehingga kita berhenti hampir 30 menit di pintu keluar tol.

Kami tiba di Taman Matahari sekitar pukul 11 siang, harga tiket masuknya cukup terjangkau Rp. 15.000/orang untuk hari Sabtu dan Minggu sedang hari biasa (Senin-Jumat) Rp. 10.000/orang. Suasana disana cukup dingin sekalipun tengah hari, hawanya sangat sejuk dan kami menikmati taman-taman disana yang ditata menarik untuk rekreasi keluarga. Wahana bermainnya pun cukup lengkap, mulai dari outbond, permainan air seperti sepeda air, bumper boat, dan sampan, juga ada ATV, kuda tunggang, flying fox, rumah hantu, dll. Disana kami hanya keliling berjalan menyusuri jogging track dan menggunakan bis kecil yang disediakan oleh pihak management, seharusnya gratis, tapi umumnya orang-orang tetap membayar seikhlasnya, hitung-hitung uang tips. Didalamnya banyak restoran serta penginapan, juga disepanjang jalan banyak yang menawarkan bunga dari pohon pinus serta buah-buahan khas bogor seperti bengkuang, talas, dan kokosan.

271020121053      271020121058     271020121061      271020121047

Menjelang dzuhur kami segera meninggalkan Taman Matahari menuju Masjid At-Ta’awun di puncak yang dikelilingi oleh kebun teh, sesampai disana cuaca mendung dan turun hujan. Air disana sangat dingin sekalipun waktu menunjukan pukul 2 siang. Kami melaksanakan sholat dzuhur dan ashar disana.

Masjid ini diresmikan pada tahun 1997 oleh Gubernur Jawa Barat R. Nuriana, arsitektur masjid ini sangat unik dengan bentuk menyerupai jamur jika dilihat dari luar dan didominasi kaca  di dinding masjidnya, masjid berlantai dua ini menggunakan alas kayu dibagian interior dalamnya sehingga bagi jamaah cukup hangat didalam masjid saat melaksanakan sholat sekalipun cuaca diluar sangatlah dingin. Sangatlah berbeda dari Masjid yang pernah ku kunjungi, mulai dari Masjid Istiqlal di Jakarta sampai Masjid Baiturrohman di Aceh, umumnya menggunakan marmer atau keramik untuk menyerap udara dingin sehingga terasa sejuk ketika berada di dalam Masjid.

Untuk mengisi perut yang keroncongan kami pun makan di rumah makan tepat sebelah kanan masjid dengan menu paket ayam goreng serta cemilan otak-otak tenggiri yang lezat. Disekitar tempat parkir banyak sekali pedagang mulai dari penjual jagung bakar, baso, toge rebus, mainan anak-anak, gantungan kunci, dll. Ba’da ashar kami pun bergegas pulang meninggalkan kenangan bogor dibenak mertuaku karena mereka akan segera pulang kembali ke Yogyakarta esok harinya. Hal yang membuatku lucu melihat tingkah ayah mertuaku selama di Bintaro tidak henti-hentinya mengeluh karena kepanasan hingga setiap hari harus buka baju tetapi setelah saya ajak ke puncak dia kedinginan selama di masjid At-Ta’awun sekalipun tengah hari.

Oktober 2012 – Salman 5 months old.

271020121070    271020121072

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s