Upright dan Inverted Microscopes

Mikroskop memiliki berbagai macam bentuk dan tipe, terdapat banyak jenis mikroskop dan secara umum yang banyak ditemukan ada tiga jenis yaitu mikroskop elektron (electron microscope), mikroskop gabungan (compound microscope), dan mikroskop stereo (stereo microscope). Selain ketiga jenis tersebut terdapat juga mikroskop yang menggunakan prinsip gaya intermolekul yang biasa disebut force microscope atau probe microscope. Pada tulisan ini akan dijelaskan lebih terperinci mengenai mikroskop gabungan (compound microscope).

Mikroskop gabungan memiliki dua jenis pembesaran, pembesaran pertama berasal dari lensa objektif (objective lens, terletak dekat spesimen) sedangkan yang kedua berasal dari lensa okuler (ocular lens atau eyepiece, terletak dekat mata), sehingga nama jenis mikroskop ini diambil dari gabungan dua lensa. Pada lensa okuler ada yang hanya memiliki satu tabung lensa (monocular) atau dua tabung lensa (binocular), penambahan satu kamera sering disebut tiga tabung lensa (trinocular). Adapun lensa objektif terdiri atas beberapa lensa yang berfungsi untuk pembesaran spesimen sehingga kita bisa temukan lensa dengan pembesaran 10x, 40x, 50x, dan 100x.

Mikroskop gabungan terdapat dua jenis berdasarkan letak lensa objektif-nya, jika lensa objektif terletak diatas spesimen disebut upright microscope dan jika kebalikan-nya disebut inverted microscope atau posisi lensa objektif dibawah spesimen. Prinsip keduanya sama tergantung dari jenis spesimen yang ingin dianalisis, spesimen berupa slide seperti jaringan yang terpotong akan mudah dianalisis menggunakan tipe upright microscope, sedangkan spesimen yang berupa kultur jaringan yang masih hidup didalam cawan petri (petri dish) akan mudah dianalisis menggunakan tipe inverted microscope.

Untuk memudahkan dalam membedakan antara upright microscope dan inverted microscope perlu difahami terlebih dahulu bagian utama yang terdapat dalam mikroskop gabungan, yaitu:

  1. Sistem pencahayaan (Illumination System), bagian ini merupakan sistem untuk memberikan pencahayaan ke spesimen meliputi lampu, kondensor, diafragma (atau pinhole apertures) dan rheostat.
  2. Alas spesimen (Stage), bagian ini tempat untuk menyimpan spesimen dan mengatur posisinya menggunakan klip dan mikromanipulator.
  3. Sistem lensa (Lens System), bagian ini bertanggung jawab untuk pembentukan gambar atau imaging meliputi lensa okuler, lensa objektif, dan nosepiece (tempat menaruh sejumlah lensa objektif).

Dengan mengetahui letak ketiga bagian utama mikroskop diatas maka sangat memudahkan untuk membedakan antara upright microscope dan inverted microscope. Untuk upright microscope posisi sistem lensa diatas diikuti dengan alas mikroskop kemudian sistem pencahayaan, sedangkan inverted microscope posisinya berkebalikan dengan upright microscope yaitu sistem pencahayaan diatas diikuti dengan alas mikroskop kemudian sistem lensa.

Secara umum biasanya kita melihat mikroskop dengan tipe upright microscope, alasan dibuatnya model kebalikannya yaitu inverted microscope adalah untuk mempelajari sel hidup dalam suatu cairan, dalam kultur sel hidup maka sel akan mengumpul dibawah cawan dengan demikian jika ingin menghasilkan gambar yang bagus maka lensa harus sedekat mungkin dengan sel yang akan diamati dan dibuatlah lensa dengan posisi dibawah spesimen. Untuk analisis sel hidup ini akan jauh lebih baik mendapatkan gambar sel  menggunakan inverted microscope dibandingkan dengan upright microscope.

Jadi silahkan pilih apakah upright atau inverted microscope yang sesuai dengan sampel anda!!!

Februari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s