Kutuliskan kisah ini karena pesanan temanku. Kisah ini dimulai dengan pertemuan yang tidak disengaja antara aku dengan pak Gusti, nama lengkapnya “Gusti Zakaria Anshari”. Seorang pendiri Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Masyarakat Lahan Basah (PPKMLB) di Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat. Hari itu tepatnya hari selasa pukul 2 sore aku janji bertemu di stasiun Chungli dengan pak Gusti. Hari itu aku sebagai guide beliau, mengantar ke Chung Yang Univ (中央大學)….. di perjalanan kami membicarakan seputar teman-teman TKI yang tidak mendapatkan hak-haknya di Taiwan. Hal ini memang salah satu tugas kita sebagai Mahasiswa untuk membantu mereka. Saat ini di Taiwan tidak ada Kedutaan Indonesia karena permasalahan politik antara Cina-Taiwan dimana Indonesia hanya mengakui Cina. Akan tetapi Indonesia memiliki lembaga perwakilan di Taiwan sebagai Kantor Dagang, atau disebut Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI). Saat ini KDEI sering kali terpaksa turun tangan dalam membantu kasus2 teman2 TKI di Taiwan yang bermasalah….. terlalu banyaknya kasus, seringkali tidak bisa seoptimal mungkin diselesaikan… lebih2 tidak adanya bantuan penuh dari pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan kasus TKI di Taiwan. hemmmmm….

Tujuan pak Gusti ke Chung Yang Univ adalah untuk bertemu dengan seorang prof (lupa namanya… hehehe…), rekan dia dalam hal kerjasama di bidang lahan basah. Saati ini menurut beliau banyak sekali lahan basah berpotensi yang ada di Indonesia, tetapi sedikit sekali ketertarikan peneliti untuk memberdayakan lahan basah, dan yang lebih memprihatinkan lagi keberadaan lahan basah itu dikelola oleh orang yang tidak mengerti sama sekali lahan basah, dimana bertujuan hanya sekadar untuk komersialisasi sesaat (biasa pak di Indo mah….).

Kami tiba di sebuah lembaga riset,  Environmental Research Center…環境研究中心… begitulah tertulis dipintu masuknya….. kami disambut ramah disana lalu kami pun berbincang-bincang mengenai keberadaan lahan basah di Indo. Setelah kami diantar melihat-lihat ruangan di sana, kami di beri cendramata sebuah topi, akhirnya kami pamitan dan pulang….

Kami mampir di sebuah apartemen temanku yang kuliah disana untuk menjalankan shalat ashar, dan dilanjutkan pergi ke masjid longgang untuk berbuka puasa bersama…. bagi pak Gusti perjalanan ke masjid longgang merupakan pengalaman yang menarik karena disana beliau bertemu dengan suatu komunitas muslim yang harmonis dari berbagai negara…. selain itu kebetulan mahasiswa muslim mengadakan acara pengajian bersama pak “Cahyadi Takariawan”, seorang direktur Jogja Family Center dan penulis Izinkan aku meminangmu…… malu aku…. disindir terus sama pak Cah….hehehehe…. biasalah jomblo…

Di masjid longgang (foto disamping) saya menyambut kedatangan pak Cah dan memperkenalkannya ke imam masjid. Lucunya… sehabis shalat maghrib, pak Cah, pak tris dan saya (ceritanya sebagai penterjemah) ditempatkan diruangan tamu khusus masjid dan bertemu sama sesepuh2 masjid…. saya keblinger jadi penterjemah… kagak ngerti cinanya orang tua…. jadi lah nafsi-nafsi…. hehehe….

Acara pengajian pak Cah disambut baik oleh teman-teman FOSMIT, suatu organisasi muslim yang dikelola oleh teman2 TKI. Mereka sangat antusias mendengar ceramah beliau mengenai besarnya pahala bagi orang yang dakwah di Taiwan dibandingkan di Indo (menurut saya mah…. itu tidak bisa kita justifikasikan pak… Allah yang maha tahu) dan banyak hal lagi yang beliau sampaikan…

Akhirnya pak Gusti dan pak Cah diantar ke stasiun Chungli untuk pulang sama2 ke Taipei…. Selamat jalan pak Gusti…. Selamat jalan pak Cah…..

Taiwan, November 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s