Kemarin tanggal 29 September 2007, aku pindah ke tempat lab baru di CMT (Center of Membrane Technology) dibantu teman lab ku, Kang dan Lin….. Sungguh melelahkan memang dalam keadaan puasa. Sore hari aku berpapasan dengan teman lab Wetra (teman ku dari Indo), namanya Tammy…. Dia mengajakku untuk barbekyu-an di rumahnya…. sebenarnya aku tidak suka aktifitas seperti itu, lebih-lebih jika daging babi yang dipanggang….. tetapi karena undangan barbekyu ini adalah yang kedua atas permintaan ibunya, terpaksa aku iyakan…. dengan syarat, yang dipanggangnya “Ikan” …..alhamdulillah, dia setuju atas usulku….

Maghrib pun telah tiba, segera kukayuh sepedaku pulang ke asrama dan buka puasa dengan segelas air putih lalu kulanjutkan shalat maghrib, ku siap2 untuk pergi ke YangMei (楊梅), dalam pikiranku  aku hadir  hanya memenuhi undangan, bukan untuk makan-makan. Akhirnya kuputuskan mampir di restoran vegetarian untuk menghilangkan rasa laparku….. Alhamdulillah kenyaaang.  Segera kukayuh sepedaku menuju stasiun ChungLi (中壢火車站)…..setiba di YangMei…. aku di jemput oleh temanku Tammy, dan adiknya.

Ternyata dia belum siap-siap untuk barbekyu…. dia menungguku untuk belanja daging yang bisa kumakan…aduuh jadi nggak enak.. akhirnya kita pun berangkat menuju hypermarket, ku jelaskan pada mereka kalau aku tidak bisa makan daging yang tidak disembelih dengan nama tuhanku, termasuk ayam dan sapi…. Ya Allah jadikan hambamu untuk senantiasa istiqomah dalam melaksanakan syariat-Mu….. Akhirnya kami belanja ikan hiu, ikan salmon, kerang, dan ikan lainnya…. (wahhhh banyak ikan nih…. ujar temanku…. yaaah… kali2 lah barbekyu ikan…. hehehe…). Ada hal yang menarik saat berbelanja dengan Tammy, ia meminta izin padaku untuk membeli daging ayam, sapi dan babi… karena ibunya kurang suka ikan….. dan dia pun berjanji… untuk dipanggang setelah semua ikan dipanggang….. bagiku hal ini adalah suatu penghargaan kepadaku… aku sangat senang… mereka sangat menghargaiku, jadi.. bagi teman-teman jangan takut untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum islam yang kita laksanakan… insya Allah, Allah akan selalu menolong kita dalam melaksanakan hukum-hukum-Nya… Aaamin.

Sesampai dirumah ibu tammy, aku disambut ramah olehnya. Wetra, teman indo yang juga muslim telah menungguku lama disana…. dia datang lebih dulu dariku karena ada keperluan katanya. Ibu tammy memiliki sebuah toko bunga yang kecil dan cantik letaknya tepat di perempatan jalan. Kamipun barbekyu-an disana, mereka sangat ramah…. aku diajari melafalkan bahasa cina yang baik serta berbicara bahasa Tai (臺語)… dan yang menarik lagi, aku dipaksa menghafal lagu bahasa minlan, kira-kira begini: “En Tai Ni Na…….” tapi aku nggak hafal2…

Kamipun pulang kerumah temanku, rumahnya terletak di atas gunung, jauh dari keramaian kota…. tidak ada kendaraan umum yang lewat ke perumahan tersebut… waaah… perumahan elit ini… biasalah orang kampung liat rumah bagus di kampung….aku diantar keliling2 perumahan dan melihat kota ChungLi dari atas gunung….. waaaahhh cantiknya…. diperumahan itu juga ada lapangan golf yang luuaaasss…. kapan ya bisa beli rumah seperti ini….do’ain aja ye… malemnya bukannya tidur, aku malah maen Wii semaleman bareng tammy & adiknya…. gimana bisa tidur, disana ada  yang ngikutin aku terus…hiks hiks hiks … capek pengen tidur.. tapi seru maen Wii….

Hari minggu siang kami jalan-jalan ke sebuah tempat yang katanya orang luar sulit untuk masuk kesana, yaitu sebuah gunung kecil milik seorang pembuat patung, konon gunung kecil itu dibeli olehnya seharga 10 milyar NT$….cek cek cek…tapi memang luar biasa, disana ku lihat buaaanyaaak patung gede… mulai patung bunda maria sampai patung dewi kuan ing… semua tersedia. Saat ini ia sedang mengerjakan proyek pembuatan patung budha setinggi 9 meter untuk dikirim ke jepang… hemmm aneh juga, tuhan di buat manusia.

Sebelum aku diantar pulang ke stasiun, kami jalan2 ke “Jalan berumur 100 tahun”…. duuh apa istimewanya, di Indo jalan tua lebih banyak… tapi memang unik di Taiwan ini, hampir semua hal2 yang berbau kuno mereka pelihara dan dijadikan musium… hasilnya aset pariwisata yang indah dan menarik… kayaknya kalau semua benda tua di Indo di jadikan musium… buanyaaak sekali… tapi sayang baru sebatas keinginan, mudah2an kita bisa selalu memelihara aset2 yang kita miliki untuk kepentingan banyak orang.

Jazakumullah buat teman2 yang sudah meluangkan waktunya.

2 responses »

  1. Wetra says:

    Nama old streetnya Da Xi (大溪), Koq ga cerita kalo kamu ga tidur semalaman krn main Wii hehhehehehhe…….

    • Iya betul… tanya aja ke adiknya tammy… waktu itu saya main Wii sampai nggak tidur semaleman. Kenangan lama ya wet… mungkin suatu hari kita bisa membuat kenangan lagi. Saat ini kita sedang mencoba meraih mimpi masing2… suatu hari saat kita sukses, kita bisa reunian tuk merangkai kenangan baru lagi. Selamat berjuang… semoga Allah memudahkan kita tuk meraih mimpi yang sudah direncanakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s