Assalamu’alaikum…Welcome…歡迎光臨

Welcome to my blog, here I want to share about my activities and all of my interest in the Islamic studies, educations, cultures & languages, sciences, and engineering. I hope you can get the benefit from my blog.

Selamat datang di blog saya, disini saya ingin berbagi informasi tentang kejadian-kejadian yang saya alami dan semoga bisa diambil manfaat bagi teman-teman semua. Selain itu, blog ini merupakan wadah untuk menumpahkan seluruh minat saya baik itu dibidang ilmu-ilmu Islam, pendidikan, budaya & bahasa, science, dan engineering.

ENHANCE YOUR SKILL BY THE BEST METHODS

ありがとうございます [謝謝]

Advertisements

Harapan dan Pelajaran

Tulisan ini merupakan cerita saat ayah kami tercinta meninggalkan kami dan pergi selama-lamanya, banyak pelajaran dan hikmah yang bisa saya ambil dari kejadian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Sabtu, 24 Juni 2017

Menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H yang bertepatan pada hari Minggu, 25 Juni 2017. Saya sekeluarga bersama Istri, Salman (5 tahun), dan Said (5 bulan) bersiap-siap untuk pulang mudik ke Jatisari – Karawang. Sore sekitar jam 4 akhirnya kita sampai di rumah Jatisari, saat itu dengan ceria-nya, kami jalan-jalan ke Cikampek bersama ayah dan adiku Mujadid untuk dicukur, akan tetapi langganan tempat cukur ayah ternyata sudah mau tutup dan tidak mau menerima pelanggan berhubung dia sudah kelelahan sejak pagi, akhirnya kami mencari tempat cukur lain, akan tetapi semuanya penuh antrian, waktu sudah semakin sore dan kami pun tidak jadi dicukur, pada akhirnya dijalan kami pun membeli buah mentimun suri untuk dijadikan minuman saat buka puasa bersama. Saat itu keceriaan diwajah ayah sangatlah terlihat, begitu senang bisa buka puasa bersama-sama kami. Akhirnya baru kusadari, saat itulah buka puasa bersama terakhir dengan ayah.

Minggu, 25 Juni 2017

Pagi hari kami sudah siap-siap berpakaian rapi, ayah pun sudah siap-siap mengenakan pakaian koko yang kami berikan sebagai hadiah baju lebaran. Kami pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah. Sepulang dari sholat Idul Fitri, tradisi kami bersalaman kepada semua keluarga, tidak terkecuali ayah dan kami melihat wajah yang ceria setiap bertemu dengan kami, lebih-lebih saat menggendong anak kedua kami, Said, yang selalu tertawa renyah ketika bermain dengan ayah. Pagi hari itu kami bersama-sama sarapan masakan ibu yang sejak semalam sudah dipersiapkan, ayah begitu senang walau ku melihat dari raut wajahnya memang kelelahan tetapi beliau selalu menampakan wajah ceria dihadapan kami. Setelah sarapan bersama, kami pun tidak lupa berfoto bersama-sama dengan adik-adik yang tinggal di rumah kami, di Yayasan. Sungguh tak pernah kami menyangka bahwa itu adalah foto terakhir bersama ayah kami.

Siangnya kami pun pamit akan mengunjungi bapak kami di Cicinde, saat itu tidak seperti biasanya, ayah menawarkan untuk mengantar kami ke Cicinde, sebelum dia mengunjungi orang tuanya di Sawah Baru, baru kusadari, saat itu adalah moment terakhir kami naik mobil bersama dengan ayah, serta bercengkerama dengan ayah.

Menjelang maghrib kami pun pulang kembali ke Jatisari, untuk pamit pada ibu dan ayah, saat itu kami hanya pamit pada ibu karena ayah sedang tertidur lelah, sehingga kami pergi ke Jogja tanpa bertemu lagi dengan ayah. Memang rencananya ayah ingin sekali menyusul kami ke Jogja untuk bersilaturahim dan jalan-jalan, karena Idul Fitri tahun ini keluarga teh Lena sedang di Rembang dan keluarga adiku Ika sedang di Purwokerto, sehingga kesempatan ini pun tidak ingin disia-siakan dan rencananya hari Sabtu tanggal 1 Juli 2017 ayah dan ibu serta adiku Mujadid ingin menyusul pergi ke Jogja, sebab sudah sejak lama ayah mengajak kami untuk jalan-jalan ke Jogja. Walaupun baru kusadari bahwa hari itu adalah hari terakhir kami bertemu dengan ayah.

Senin, 26 Juni 2017

Semalam kami beristirahat dulu di Indramayu, untuk selaturahim dengan bibi dan paman kami. Saat mudik ke Jogja saat itu, kami ingin menikmati perjalanan sambil bersilaturahim ke beberapa tempat, berhubung waktu libur pun masih panjang. Menjelang siang, kami melanjutnya perjalanan dari Indramayu ke Purwokerto.

Selasa, 27 Juni 2017

Kami bermalam di Purwokerto, rumah suami adikku Ika, Yunus, untuk bersilaturahim. Keceriaan begitu terasa saat kami berkumpul bersama, akan tetapi kami tidak bisa berlama-lama karena kami ingin segera sampai di Jogja. Setelah sarapan pagi kami bergegas untuk melanjutkan perjalan ke Jogja dan akhirnya bisa sampai di Jogja jam 10 malam. Perjalanan yang cukup melelahkan tapi banyak memiliki arti dengan bisa bersilaturahim ke beberapa tempat.

Rabu, 28 Juni 2017

Pagi hari di Jogja, kami pun bersiap-siap untuk bersilaturahim ke rumah nenek dan keluarga lainnya. Berhubung masih merasa lelah karena perjalanan kemarin, kami baru selesai berpakaian rapi menjelang siang hari.

20170628_133207.jpg

Jam 11 siang, kami dikagetkan dengan kabar bahwa ayah sakit dan harus dibawa segera ke rumah sakit, saat itu kami pun sudah punya perasaan buruk karena dari kabar yang kami terima, kondisi ayah benar-benar buruk. Akhirnya, kami tidak jadi pergi mengunjungi keluarga di Jogja dan menunggu kabar baik tentang ayah sambil tak lupa dan tak lepas berdoa selalu untuk kebaikan ayah. Menjelang jam 2 siang, kami pun shock saat mendengan berita atas kematian ayah. Kami benar-benar tidak percaya akan kabar yang begitu mendadak, kami hanya mampu berdoa untuk ayah. Akhirnya, kami memutuskan untuk segera pulang ke Jatisari sekalipun kondisi tubuh kami sangat lelah, saat itu kami juga harus menjemput adikku Ika di Purwokerto.

20170629_064529.jpg

Keluarga di Jatisari tidak bisa menunggu kami sampai ke Jatisari karena terlalu lama, akhirnya sesuai kesepakatan antara keluarga di Jatisari dan di Sawah Baru, ayah dikuburkan pada sore harinya, menjelang maghrib, ayah akhirnya beristirahat ditempat peristirahatan terakhirnya, dikubur di Sawah Baru.

Kamis, 29 Juni 2017

Menjelang siang, kami pun sampai di Jatisari, selang 1 jam setelah keluarga teh Lena sampai di Jatisari. Tak kuat kami menahan tangis dan sedih saat bertemu dengan ibu dan adikku Adid. Kematian ayah meninggalkan harapan-harapan ayah akan keinginan beliau untuk terhindar dari hutang riba, keinginan beliau agar yayasan bisa lebih baik, dan keinginan beliau agar dalam mendidik anak-anak panti bisa lebih amanah. Sungguh banyak pula pelajaran yang kami dapatkan dari kematian beliau yang semoga khusnul khotimah. Esok hari-nya kami bertakziah ke kuburan ayah.

19731945_814810898678316_975844649687709136_n

Selamat jalan ayah, sungguh Allah lebih sayang sama ayah, semoga beliau dimasukkan ke syurga-Nya bersama orang-orang yang sholeh. Aaamiiin, ya robbal ‘alamin.

Mengenal Valve

Valve atau ‘katup’ (selanjutnya disebut “valve” yang berasal dari bahasa latin ‘valva’, berarti papan pintu yang bergerak) adalah alat untuk mengatur, mengarahkan atau mengontrol aliran fluida seperti gas, cairan, padatan terfluidisasi, dan slurries, dengan cara membuka, menutup, atau menghalangi sebagian. Pada saat valve terbuka, maka fluida akan mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Pada tulisan berikut, akan diulas terkait dengan jenis-jenis valve berdasarkan fungsinya.

JENIS VALVE

Terdapat 4 (empat) kategori valve berdasarkan fungsinya:

1. Isolation (Pengisolasi), berfungsi untuk membuka aliran dengan kondisi tertentu sehingga saat terbuka memiliki hambatan aliran dan kehilangan tekanan (pressure loss) yang minimum. Jenis valve yang masuk pada kategori ini adalah Gate valves, Ball valves, Plug valves, Piston valves, Diaghragm valves, Butterfly valves, dan Pinch valves

2. Regulation (Pengaturan), berfungsi untuk mengatur aliran dengan cara menahan aliran fluida dengan hambatan dan perubahan arah atau keduanya sekaligus. Jenis valve yang masuk pada kategori ini adalah Globe valves, Needle valves, Butterfly valves, Diaghragm valves, Piston valves, dan Pinch valves

3. Non-Return (Tanpa balikan), berfungsi untuk mencegah aliran balik (back flow) pada fluida. Check valves termasuk pada kategori ini.

4. Special Purpose (Kegunaan spesifik), berfungsi untuk mengalirkan fluida dalam kondisi spesifik. Contohnya adalah Multi-port valves, Flush Bottom valves, Float valves, Foot valves, Line Blind valves, dan Knife Gate valves.

Pengkelompokan jenis-jenis valve dapat juga berdasarkan pengoperasiannya, diantaranya dibedakan antara manual valve dan check valve. Berikut merupakan jenis valve berdasarkan bentuk dan pengoperasiannya:

valve typesSecara umum, jenis valve yang biasa digunakan pada sistem pengolahan air hanya beberapa saja. Diantaranya sebagai berikut:

1. Butterfly Valve

Nama valve menggunakan istilah butterfly karena bentuk katup menyerupai kupu-kupu dengan dua sisi simetris serta pergerakannya yang memutar dengan poros tengah sebagai tumpuannya. Butterfly valve merupakan kelompok ‘quarter-turn valves’, dimana pada saat pengoperasiannya butterfly disk akan terbuka atau tertutup sempurna ketika handrail diputar seperempat bagian. Berdasarkan fungsinya, butterfly valve dikategorikan sebagai pengisolasi dan regulator. Umumnya, terdapat 2 tipe butterfly valve: (1) Wafer-style and (2) Lug-style.

 

centerline-rsbv-series-200-dimensions2. Ball Valve

Berdasarkan namanya, bentuk katup valve menyerupai bola yang berlubang atau cekung. Ball valve termasuk ‘quarter-turn valves’, dimana akan terbuka atau tertutup sempurna saat diputar handle seperempat bagian. Fluida yang melewati valve ini akan mengalir dengan baik karena tidak terdapat bagian valve yang merintanginya. Pada pengoperasiannya, jenis design dan material ball valve menentukan aplikasi penggunaannya, seperti badan valve dapat terbuat dari metal, plastic, atau metal dengan keramik, sedangkan bola-nya sendiri biasanya terbuat dari sepuhan krom agar tahan lama. Jenis ball type diantara yaitu: (1) full port, (2) reduced port, dan (3) venture port.

 

21-04-2015 8-50-51 AM3. Diaphragm Valve

Valve ini berbentuk diafragma yaitu menyerupai rongga seperti rongga badan antara dada dan perut.  Pada pengoperasiannya, terdapat 3 kondisi yaitu terbuka penuh, throttling atau memperlambat aliran, dan tertutup penuh. Kemampuan throttling (secara harfiah mencekik/memperlambat) pada diaphragm valve merupakan kelebihannya dalam mengatur laju alir yang diinginkan. Terdapat dua tipe diaphragm valve yaitu (1) Straighway type, dan (2) Weir type.

 

diaphragm valvesad2dd694715949b6a6c1358071f855ab4. Globe Valve

Globe valve merupakan jenis katup yang memiliki arah gerak linier yang memiliki fungsi sebagai regulator dengan cara menghentikan aliran dan memperlambat aliran (throttling) menggunakan disk berbentuk bulat (atau globe). Umumnya, terdapat 3 jenis globe valve yaitu (1) Angle globe valve, (2) Y-Body globe valve, dan (3) Z-Body globe valve.  globe valve bodiesde49725f221e4907baf7f6fd5fa78efa5. Check Valve

Tipe valve merupakan non-return valve yang berfungsi agar mencegah terjadi aliran balik sehingga aliran fluida hanya mengarah pada satu arah saja. Biasanya, check valve bekerja secara otomatis dan tidak dikontrol oleh seseorang atau pengontrol eksternal lainnya, dan kadang tidak memiliki gagang valve (handle). Terdapat banyak jenis check valve, diantara adalah ball check valve, duckbill valve, swing atau tilting disc check valve, diaphragm check valve, stop-check valve, dan in-line check valve. industrial-check-valves6. Solenoid Valve

Solenoid valve merupakan jenis katup yang dioperasikan menggunakan prinsip elektromekanik, dimana dikontrol oleh arus listrik yang mengalir melalui solenoid. Kumpulan solenoid di valve dapat terpasang bersama membentuk manifold. Penggunaan  solenoid valve biasanya untuk mengontrol jumlah fluida, yaitu untuk menghentikan aliran, mengalirkan kembali, dosing, mendistribusikan atau mencampurkan fluida.

 

 

ACTUATOR

Actuator (diartikan penggerak) pada valve berfungsi untuk mengatur laju alir fluida dengan cara membuka dan menutup valve. Pada manual valve dibutuhkan seseorang untuk mengatur gagang valve agar dapat dibuka dan ditutup alirannya, sering disebut manual actuator karena pengeraknya menggunakan tangan manusia. Untuk valve yang dikontrol bukan oleh tenaga manusia maka dikategorikan sebagai control valve. Terdapat beberapa jenis actuator yaitu sebagai berikut:

  1. Manual Actuator, penggerak menggunakan tangan manusia.
  2. Pneumatic Actuator, penggerak menggunakan tenaga udara atau gas.
  3. Hydraulic Actuator, penggerak menggunakan tenaga tekanan fluida (seperti oli).
  4. Electric Actuator, penggerak menggunakan tenaga listrik.
  5. Spring Actuator, penggerak menggunakan tenaga pegas.

Tipe pneumatic actuator merupakan yang paling umum digunakan di sistem pengolahan air. Tekanan signal pneumatic pada control valve ini biasanya antara 3 Psi dan 15 Psi. Berikut gambar bagian-bagian dari pneumatic actuator valve:

fig6.6.0197ab9a55c9584c17809aa3005ce3d3e4

 

Cikarang, July 2017