Assalamu’alaikum…Welcome…歡迎光臨

Welcome to my blog, here I want to share about my activities and all of my interest in the Islamic studies, educations, cultures & languages, sciences, and engineering. I hope you can get the benefit from my blog.

Selamat datang di blog saya, disini saya ingin berbagi informasi tentang kejadian-kejadian yang saya alami dan semoga bisa diambil manfaat bagi teman-teman semua. Selain itu, blog ini merupakan wadah untuk menumpahkan seluruh minat saya baik itu dibidang ilmu-ilmu Islam, pendidikan, budaya & bahasa, science, dan engineering.

ENHANCE YOUR SKILL BY THE BEST METHODS

ありがとうございます [謝謝]

Advertisements

SALMAN & SAID

SALMAN SHALAHUDDIN

Kamis, 24 Mei 2012

Lahir pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2012, sekitar jam 10.00 malam, bertepatan dengan hari Jumat, tanggal 04 Rajab 1433 H. Saat itu istri saya melahirkan di Rumah Sehat Ibu & Anak (RSIA) Budi Kemuliaan yang beralamat di Jl. Budi Kemuliaan No. 25, Jakarta Pusat

182160_3786538834100_1623706225_nTepat saat istriku akan melahirkan, saya sendiri cukup tegang, sebab saat itu belum terlihat tanda-tanda pembukaan 9, akhirnya saya menenangkan diri di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia dengan membaca surat Yusuf, sedangkan istriku bersama ibuku di ruang persalinan masih menunggu pembukaan, setelah menyelesaikan membaca Quran langsung saya ke tempat persalinan kembali, dan ternyata anak pertamaku sudah terlihat keluar, sebab dokter menyarankan untuk di induksi dan ibuku menyetujuinya, sebab istriku sudah kehabisan tenaga. Alhamdulillah dilahirkan dengan selamat, seorang anak laki-laki dengan berat badan 2900 g, dan langsung diletakkan tengkurap diatas perut istriku untuk menginisiasi pengenalan puting agar bisa menyusui sendiri, sambil saat itu dilakukan penjahitan. Foto disamping selang beberapa jam setelah melahirkan.

Jumat, 25 Mei 2012

577522_3786550514392_128500567_n.jpgSaat itu, kami memberi nama Salman Khair Shalahuddin, akan tetapi akhirnya kami beri nama Salman Shalahuddin, untuk meneladani sahabat Rasul, yaitu Salman Al-Farisi. Foto disamping saat Salman nyenyak tidur di kasur bayi sebelah istriku di ruang inap. Salman diminta dokter untuk diinkubasi akibat penyakit kuning, penyebabnya adalah tidak cukup mendapatkan ASI. Hampir sekitar 24 jam istriku belum keluar ASI-nya sehingga Salman harus berpuasa, tetapi akhirnya berkat bantuan perawat, istriku bisa mengeluarkan ASI dengan baik. Selain itu, penyakit kuning Salman bisa juga disebabkan oleh ketidakcocokan golongan darah dengan istriku, dimana Salman bergolongan darah O dan istriku bergolongan darah B. Tubuh istriku memproduksi antibodi yang menghancurkan sel darah merah Salman, kondisi ini menyebabkan peningkatan bilirubin mendadak pada darahnya.

Sabtu, 25 Mei 2012

Kami masih menunggu Salman yang diinkubasi, akan tetapi menjelang sore Salman sudah bisa dibawa ke ruang inap bareng dengan istriku. Saat itu istrikupun masih kesakitan dan belajar untuk berjalan ke kamar mandi. Dokter baru memperbolehkan kami membawa pulang Salman esok harinya.

Minggu, 26 Mei 2012

Saya menyewa mobil untuk mempersiapkan membawa pulang Salman dan istriku. Kami sepakat untuk membawa Salman ke rumah bapakku di Cicinde Karawang, dan tinggal disana sekitar 2 minggu, sambil saya mempersiapkan tempat tinggal baru kami di daerah Bintaro Sektor 9.

SAID SHALAHUDDIN

Jumat, 03 Februari 2017

Tepat jam 1 pagi hari Jumat tanggal 03 Februari 2017 bertepatan dengan tanggal 06 Jumadil Awal 1438 H, istriku mengalami kontraksi sebagai tanda akan melahirkan, saat itu segera saya bawa dari rumah kontrakan kami di Cikarang menuju RSIA Budi Kemuliaan di Jakarta Pusat, kami sampai jam 2 pagi dan segera pesan kamar bersalin. Tidak lama menjelang pagi sudah mulai terlihat berkontraksi lebih cepat dan sekitar jam 10.35 pagi, istriku melahirkan anak laki-laki kedua kami dengan berat badan 3200 gram panjang 50 cm, yang kami beri nama Said Shalahuddin, untuk meneladani sahabat Rasul bernama Said bin Zaid bin Amru bin Nufail Al-Adawi. Saat itu, ibu ku masih dijalan sehingga tidak ikut serta menemani persalinannya, maka yang menemani kelahiran Said hanya saya sendiri. Sedangkan Salman saat itu saya titipkan ke Rasim, adikku yang kerja di Sarinah dekat rumah bersalin. Salman sangat bahagia saat akan mendapatkan adik, sehingga selama di rumah bersalin, dia terlihat ceria.

Perlakuan Said tidak jauh berbeda dengan Salman, dimana dokter melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) setelah melahirkan sambil dokter melakukan penjahitan. IMD bertujuan untuk memastikan bahwa bayi menerima kolostrum (susu pertama) yang kaya akan zat kekebalan tubuh. Saat itu, istriku juga secara alamiah langsung menghasilkan ASI yang cukup banyak. Berikut fungsi IMD:

  1. Bayi tetap hangat karena langsung bersentuhan dengan kulit ibu (skin to skin contact), sehingga dapat menurunkan risiko kematian bayi akibat hipotermia atau kedinginan.
  2. Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Oleh karena itu biasanya bayi tidak rewel.
  3. Memberikan stimulasi dini naluriah dan memberikan kehangatan dan cinta sehingga mampu menjalin ikatan psikis antara ibu dan bayi.
  4. Sentuhan dan hisapan bayi pada puting susu ibu dapat merangsang pelepasan oksitosin yang berperan penting untuk kontraksi rahim ibu sehingga mempermudah pengeluaran plasenta atau ari-ari dan mengurangi pendarahan. Selain itu juga beberapa hormon lainnya dapat terangsang sehingga ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, serta lebih mampu menahan rasa sakit akibat timbul perasaan sukacita atau bahagia. Beberapa hormon juga dapat merangsang aliran ASI agar lebih cepat keluar dan produksinya meningkat.
  5. Dapat meminimalisir dan mencegah terjadinya risiko bayi terinfeksi kuman atau bakteri berbahaya dari sekitar.
  6. Bayi mendapatkan kolostrum susu pertama, yaitu cairan yang kaya akan antibodi dan zat penting lainnya untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan usus bayi.
  7. Bayi yang menjalani IMD akan lebih berhasil menjalani program ASI eksklusif.

20170203_125409.jpgSaat itu IMD dilakukan sekitar 3 jam an (10.35 – 13.30), sehingga saya sendiri menemani istriku diruang bersalin sambil menghibur dengan membacakan surat Al-Baqarah. Said tengkurap diperut istriku untuk belajar mengenal puting dan menyusui. Foto disamping saat Said dilakukan IMD tepatnya jam 12.54 siang, tidur tepat disebelah istriku sejam setelah melahirkan. Hingga akhirnya Said dimandikan dan dibersihkan, sedangkan istriku dibawa ke ruang inap yang sama dengan ruang inap saat Salman lahir yaitu ruang Mahendra no 608 lantai 6. Sesampai istriku diruang inap, tidak berselang lama Said diantar ke ruang inap dan tidur ditempat tidur bayi disebelah istriku. Sore harinya, sepupuku Hani dan Fatimah mengunjungi kami sambil membawakan beberapa perlengkapan sarung dan lainnya untuk kebutuhan istriku selama di rumah bersalin.

Sabtu, 04 Februari 2017

Foto dibawah ini diambil saat pagi hari jam 06.54, dr. Dwirani Amelia SpOg mengunjungi dan mengecek kondisi istriku.

20170204_065441.jpg

Foto dibawah saat Said di Jemur sekitar jam 08.33.

Menjelang sore hari, ayah bersama keluarga kakakku teh Lena (foto dibawah) datang mengunjungi kami di rumah bersalin, mereka pun bersukacita atas kelahiran adiknya Salman, dan pulang menjelang tengah malam. Pihak rumah bersalin sudah memperbolehkan kami pulang esok harinya setelah dicek Said dan istriku baik-baik saja.

Minggu, 05 Februari 2017

Istriku sudah mulai lancar berjalan sendiri dan sudah lebih baik, kami mempersiapkan pulang kembali ke Cikarang ditemani ibuku yang sudah 2 malam bersama kami menginap dirumah bersalin. Saat malam, kamipun pulang ke Cikarang dan kami bersyukur perjalanannya lancar dan tidak macet.

Foto dibawah saat pagi hari sekitar jam 08.37, dimana Said sedang di jemur dan istriku pun sudah bisa berjalan dengan lancar.

Salman dan ibuku siang harinya berfoto didepan kamar 608, dan malam harinya sekitar jam 19.11 kita berfoto bersama saat akan pulang ke Cikarang.

Kami sangat bersyukur sekali pada kelahiran Said ini semuanya dimudahkan dan dilancarkan, sekalipun jarak Rumah Cikarang – Jakarta Pusat cukup jauh (54 Km) dan dihari biasa membutuhkan waktu 2-3 jam karena biasanya macet parah, tetapi saat itu kami melewatinya dengan lancar tanpa kemacetan.

_________________________________________________

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama)

“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” [Al Furqan : 74]

رَبِّ) اجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ)

(Rabbi) ujnubni wa baniyya an na’budal ashnam)

“(Wahai Rabbku), jauhkanlah aku dan keturunanku dari menyembah berhala-berhala.” [Ibrahim : 35]

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

(Rabbij ‘alni muqimash shalah wa min dzurriyyati wa taqabbal du’a)

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” [Ibrahim : 40]

OSMOSIS TERBALIK (REVERSE OSMOSIS)

OSMOSIS TERBALIK (REVERSE OSMOSIS)

[Seri Instalasi Pengolahan Air]

Sejarah Pengembangan RO

Latar Belakang Teori RO

  1. Flux air vs Tekanan
  2. Flux garam vs Konsentrasi
  3. Penolakan garam
  4. Laju pemulihan
  5. Faktor konsentrasi

Material Membran

Jenis-Jenis Kategori Membran

  1. Membran desalinasi air laut
  2. Membran desalinasi air payau
  3. Membran RO bertekanan rendah
  4. Membran hiperfiltrasi

Selektivitas Membran

Modul Membran

  1. Modul spiral-wound
  2. Modul hollow-fiber
  3. Modul plate-and-frame
  4. Modul tubular
  5. Modul kapiler

Fouling Membran

  1. Fouling mikrobiologi
  2. Fouling organik
  3. Fouling anorganik
  4. Fouling partikel atau koloid

Pencucian Membran

Penggunaan Membran

Untuk diagram “osmosis terbalik / reverse osmosis” dapat didownload (klik gambar dibawah):

tersosmoz-jpg-6644